Mencintai Kehilangan - Anandito Dwis Lyrics

Berjalan, berlari, hati tertindih
Sulit tapi harus
Aku putuskan

Jalanmu, jalanku belum sempurna
Biar masa depan
Yang sempurnakan

Suara-suara bathinku
Melepaskanmu
Lirih-lirih jiwaku
Membasuh pilu

Reff:
Takdir yang kau beri
Menguji hatiku
Rasa menyesakkan
Kehilangan ini

Tangis yang kau beri
Membuka mataku
Bahwa cinta yang sebenar cinta
Hanya ada satu

Karena kehilangan ini,
Ku mampu mendekat kepadamu.

Daun terjatuh, dihadapanku
Belajar menerima, belajar menerima semuanya

~~~

"아유, 선물을 고마워! 편지를 잘 봤고 옷도 이뻐더라구요. 다음에 지금처럼 좋은 친구로 지내자" katanya melalui voice note di kakaotalk sore itu, sekitar jam 3 di hari senin tanggal 1 agustus, beberapa hari setelah pertemuan itu.

"아유도 잘지내야 돼!!!" Tambahnya kemudian.

Jantungku yang berdetak, seolah terhenti mendadak. Nafasku yang tadinya normal, berubah menjadi tak karuan. Mataku sontak berubah menjadi sayup. Kaki ini pun, seperti tak kuat memopong diriku. Aku seperti terjatuh dari lantai paling atas sebuah gedung.

Tapi, momen itu hanya terjadi beberapa detik. Setelah angin kencang berhembus, membuat diriku terbangun dan tersadar, diriku menjadi tenang. Hatiku menjadi lebih ringan, atas beban momen itu.

Ya, aku belajar menerima, aku mengikhlaskan dirinya, walaupun memang tak gampang. Ya, itulah jawaban dari doa-doa ku 2tahun silam. Air mataku yang berhari-hari ingin ku tumpahkan, seketika mengering. Ya, aku berterimakasih pada Tuhanku.

Aku merasa, seperti sebuah puisi di sela-sela lagu ini,

"Keyakinan ini, tumbuh dan membesar dalam hati.
Masih ada impian besar yang harus aku kejar,
Tak perlu ada ikatan apapun antara kita, kita tak perlu saling menunggu, kita hanya perlu untuk belajar dan menerima ketentuan-Nya"

Ya, impiannya untuk study overseas, impiannya untuk bisa bekerja di perusahaan design terbesar di Korea, impiannya untuk belajar banyak hal.
Dan juga impian besarku, untuk bisa menjadi sutradara hebat sekelas James Cameron, atau penulis terkenal seperti Kahlil Gibran. Ya, kita sama-sama memiliki mimpi yang besar.

Pemikiran tentang pernikahan, sejujurnya aku pun sama sepertinya, belum ada pemikiran tentang hal tersebut. Pemikiran itu, kadang muncul ketika aku sedang lelah menjalani hidup ku. Ya, bukankah semua wanita di dunia ini pun pernah berfikiran seperti itu?

Hmmm... Untuk hal 'menunggu', karena aku telah berjanji padanya, untuk menunggunya hingga 6 tahun yang akan datang, aku akan mencoba menunggunya dan menggenggamnya dalam doa ku. Aku yakin, Tuhan selalu adil pada makhluknya. Ya, lagi pula, Jin Beom hanya pergi untuk menjalankan wajib militer, dimana isinya hanya para pria-pria yang dilatih agar bisa lebih mencintai negaranya.

Ini hanya cobaan kecil yang di berikan Tuhan untukku. Siapa yang akan mengetahui kejadian apa saja yang akan kita lewati selama 2 tahun kedepan? Dalam sehari saja, banyak sekali kejadian baru yang bisa kita ambil dan petik hikmahnya. Ya, seperti itulah aku mempercayai tentang jalan hidupku. Contoh yang dekat, hanya selang beberapa hari, aku bertemu dengan guru yang mirip dengan jinbeom ku. Siapa yang menyangka?

Jin Beom, Park Jin Beom.
Ijinkan aku mencintaimu dengan cara ku, ijinkan aku menggenggammu dalam doa ku. Ijinkan aku, menyampaikan salam rinduku untukmu lewat Tuhanku. Percayalah, aku akan menunggumu hingga 6 tahun yang akan datang.

Tuhan,
Jangan biarkan aku mencintai makhluk mu, lebih dari kecintaanku padamu.
Tuhan,
Ajarkan aku mencintai kehilangan ini.
Bukan karena aku ingin melupakan, tetapi aku ingin belajar mengikhlaskan.

Sulit memang, mengikhlaskan dirinya, tapi aku yakin, Aku bisa mengikhlaskannya. Aku bisa hidup tanpa nya dan terus menggenggamnya dalam doa seperti hari-hari sebelumnya, yang dimulai dari 23 february 2014 itu.

Jin Beom-ah...
Ketahuilah, aku selalu mencintaimu, sampai kapan pun :)

Comments

Popular posts from this blog

Visit Find Kapoor Store in Seoul

Go To Art Box at Myeongdong, Seoul, South Korea

Jajanan Ringan Korea Tinggi Kalori