My First Love Story (part 2)

Dedio!!!!! Akhirnya, hari ini aku berkencan dengan Park Jin Beom. Selasa, 26 Juni 2016.

Hmm cuma di sekitar Konkuk University, akan tetapi sangat menyenangkan.

Aku mulai bangun dari jam 6 pagi, mandi dan bersiap2 untuk menemui nya. Ketika aku menunggu waktu hingga pukul 11 pagi, aku menciba menghubungi nya.

"Kamu di mana?" Kata ku bertanya

"Di rumah, kalau kamu? Dimana?" Tanya nya kembali dari seberang telpon.

"Di rumah juga" jawabku. "Hmm lagi apa?" Tanya ku lagi

"Berkemas-kemas" jawabnya, "kita bertemu jam 2 kah?" Jawabnya, aku lemas dan menjawab 'baiklah, itta boja!' kemudian menutup telpon ku.

Aku menung hingga pukul 1.30 siang. Aku segera keluar dari rumah dan menunggunya di exit nomor 2 hingga pukul 2.

Aku mengirimnya pesan singkat, "tunggu aku di exit 2"

Tak lama dia menjawab, "di exit 5 di caffebene aku sedang menunggu mu"

Secepat kilat aku berjalan ke seberang, dan kembali mencari nya. Aku yang tak menemukannya, menelponnya. "Kamu dimana?", "aku di dalam" jawabnya. Aku segera masuk ke cafe itu.

Aku segera mendapatkan wajahnya. Aku ingin menangis dan kesal padanya, aku merindukannya. Sangat merindukannya.

"Ini" kataku memberikan hadiah pada nya.

"Ini apa?" Katanya

"왔어서 고마워! 고마운 선물" jawabku. Kemudian dia tersenyum. "많이 기다리죠?"  Tanya ku lagi

"기다린것을 좋아요" jawabnya

"미안해" kataku menyesal

"Buat apa minta maaf? Aku emang suka nunggu kok" katanya dia lagi. "Kamu ada yg mau di makan ga?" Tanyanya. Aku menggelengkan kepala, "kalau gitu, kasih aku pilihan 3 atau 2. Nanti aku pilih" katanya

"Hmmm ok"

"Sekarnag pergi?" Tanyanya. Aku mengangguk

***

"Kamu mau makan daging, atau chobab (sashimi dalam bahasa korea)" tanyaku.

"Tentu aja chobab!" Jawabnya dengan berkaca-kaca terlalu senang. "Makanan kesukaanku itu chobab" lanjutnya. Akhirnya kami berdua berjalan menuju rumah makan chobab yang terkenal di sekitar konkuk university.


Kami memesan 2 porsi sashimi korea. Aku yang kepedasan makan wasabi, membuatnya menyingkirkan wasabi di dalam chobab tersebut, dan memberikannya ke aku. Park Jin Beom, benar-benar menyukai makanan mentah ikan-ikanan tersebut.

Aku memberanikan diri dan berkata, "permisi ya" sambil mengelap bibir nya dengan tissue. Ya di sekitar bibirnya terdapat tulang halus dari ikan yang Ia makan.

Makanan kesukaannya adalah Chobab, dia paling suka dengan Laut dan Pantai. Hobi nya bersepeda.

Ketika kami saling bertanya tentang lagu kesukaan, aku memberitahu dia jikalau akhir-akhir ini aku menyukai 10cm. Dan ketika dia berkata "10cm - 봄이 좋냐?" Seketika lagu itu mengalun indah menghiasi suasana rumah makan itu.

Setelah kenyang makan, jin beom bertanya padaku, "bisa naik sepedah?"

"Tentu saja!!!" Jawabku

"Kapan-kapan ke Han River, yuk! Main sepeda" ajaknya. Aku mengangguk senang.

***

Setelah makan berdua, kami menuju Dongjon Norae Bang, (karaoke koin) kami menyanyikann 4 buah lalu. Lagu hiphop kesukaannya, dan juga SSEOM dari soyu dan jung gi go, serta Yoreum Bammi Kkul nya Raina dan San E.

Kamu berduet bersama. Dua lagu itu, dia yg memilihkannya untukku.





***

Setelah dari Koin Karaoke, kami berputar-putar dan menemukan game center di sekitar kampus yang terkenal karena Lee Minho, Lee Jongsuk, dan juga Choi Minho dan beberapa artis lainnya.

Kami berdua bermain balap mobil, karena aku rindu dengan menyetir. Aku sengaja bermain dengan aman, sehingga aku kalah dengan nya.

Setelah bermain mobil, kami bermain bersama 'menembak monster' kali ini, dia kalah melawan monster-monster itu. Di permainan ini, kami adalah tim yang hebat. Setelah permainan itu, kami bermain 'harley motor rider' balapan motor gede. Aku kalah karena harus mengendarai motor gede itu. Aku tak kuasa hahaha sedangkan pria itu, kembali menjadi pemenang.



Kami berdua pun juga melakukan selca bersama.


***

Setelah keluar dari game center, kami masuk Red Eye untuk melihat-lihat aksesoris.

"Ayu ya~ pilihlah gelang yang kau suka. Aku akan memberikanmu satu" katanya. Aku yang pada dasarnya lebih memilih bandana atau jepit rambut daripada gelang, menolaknya dengan halus.

dan kemudian, kami keluar.

"Aku pikir, kau seperti perempuan lainnya, menyukai gelang atau cincin" katanya.

***

Setelah dari Red Eye, kami membeli minuman di sebuah cafe.

"Ayu-ya, kamu ga suka cincin?" Tanyanya

"Suka kok"

"Kok ga pakai cincin?" Tanyanya lagi

"Ya karena aku lagi ga pakai aja. Aku juga ga punya pacar" jawabku. Aku mengambil cincin dari jemari nya, dan membaca sebuah tulisan di cincin tersebut.

"Artinya Lucky" kata nya. "Foto aku" pintanya. Aku kembali mengambil beberapa gambar wajahnya




Drrttt drrrttt

Bel tanda pesanan kami selesai pun, membuat kami harus mengakhiri perbincangan tersebut.

"Jin Beom, boleh ikut nganter ke terminal ga? Aku ga ada kerjaan" pintaku, dia mengangguk dan tersenyum.

***

Kami menuju Dong Seoul Bus Terminal, mencari tiket bus menuju masan, akan tetapi kami tak menemukan masan. Sehingga membuat kami harus pergi ke Goseok Bus Terminal. Dan kami pergi kesana.

Kami menggunakan jihacheol line 2 dan bus 소초 10.

Di sepanjang perjalanan, aura awkward terasa kental. Walaupun awkward, ketika aku duduk di sebelahnya, bau tubuh dan keringat nya, mengingatkan ku pada pria yang menjadi cinta pertama ku, alias papa :)

***

Sesampainya di goseok bus terminal, kami harus berlari untuk mengejar bus. Aku sempat ketinggalan jejaknya, dan kehilangannya. Disitu, perasaan ku sangat campur aduk. 'Kemana kah dia? Ucapan selamat tinggal, semangat, dan juga kata ajaib 'saranghae' pun belum aku lontarkan' pikiranku kacau.

Dengan baterai yang tinggal 4% aku mencoba menghubungi nya.

Aku merasa, dewi keberuntungan sedang di pihak ku. Dia tertinggal Bus, dan kami harus menunggu sekitar setengah jam untuk bus berikut nya.

Ketika duduk di ruang tunggu, aku mencoba memanggil namanya

"Beom-ah... 있잖아~" aku menggigil karena bingung, "kamu cinta pertama ku, aku boleh menunggu mu 2 tahun lagi ga?" Tanya ku.

"Hmm kenapa harus nunggu kalau bisa menemukan orang yang baru?" Tanya nya berbalik

"Jadi? boleh atau engga?" Tanya ku lagi.

"Aku belum ada kepikiran untuk menikah. Aku ingin melakukan apa yang aku ingin kerjakan. Aku ingin kuliah di luar negeri. Kamu pasti bisa bertemu dengan orang yang baru lagi dan kenangan-kenangan ini suatu saat bisa kamu lupakan" katanya

"Kalau kamu mau melakukan apa yang ingin kamu lakukan, lakukan aja. Aku tetap ingin menunggu"

"Aku belum ada kepikiran untuk berkencan"

"Siapa yang mengajakmu untuk berkencan?"

Dia membahas tentang tak siapnya dengan pernikahan dini, 'yang ngajak nikah emang sopo?' Pikirku kemudian dalam hati -,- i want to be professor first, i still wanna catch my dream, boy....

Ya, selama 5 menit kami berdebat tentang masalah itu.

"Karena kamu akan menjaga negaramu, kamu harus semangat! Jaga kesehatan" kataku lagi. Dia pun tersenyum bahagia. Terlihat sekali ekspresi wajahnya yang bahagia.

"Makasih, sudah menyemangati ku" katanya lagi, "Bus ku sudah datang" seru nya kemudian. Aku dan dia bangkit menuju bus itu berhenti.

"Ayu-ya, hari ini menyenangkan" katanya

"Iya" kataku. "Jinbeom ah... Saranghae" kata2 terakhir ku pada nya sebelum aku pergi meninggal kannya. Jin Beom hanya tersenyum dan menganggukkan kepala. Kemudian kami berpisah.

Tak lama kemudian, sebuah kakaotalk muncul dari jinbeom untukku.

아유야, 나 갈께!!! :)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Visit Find Kapoor Store in Seoul

Go To Art Box at Myeongdong, Seoul, South Korea

Visit SMTOWN COEX ARTIUM