Comeback Home

Aku membuka applikasi dengan logo berhuruf F dan berwarna biru itu. Aku menyecroll beranda di website tersebut. Kemudian, aku melihat sebuah artikel menarik.


"Perbedaan Antara Sekadar Jatuh Cinta dan Benar-benar Mencintai"

Ya, aku akhir-akhir ini berada di antara dua cinta #eaaaa

Satu cinta yang membuatku berada di Jalan Tuhanku, sedangkan satunya lagi... Seseorang yang sekedar biasa-biasa aja, atau bahkan seseorang ini tak bisa membuatku (mungkin) masuk kedalam Surga. Why? Ya, pernikahan berbeda agama, tak akan pernah di persatukan dan di ridhoi oleh sang pemilik langit.

Park Jin Beom. Laki-laki itu, kembali menghiasi relung hati ku. Bukan karena dia kembali berkomunikasi denganku, tapi aku pun tak tahu, mengapa semakin aku ingin 'biasa-biasa' saja kepadanya, semakin perasaan ini kuat. Perasaan ini, seperti kembali lagi kepadamu.

Sejak saat aku gabung di Radio PPI Dunia, aku tak pernah menghubungi laki-laki korea itu. Aku juga sudah jarang menyebutnya dalam doa ku. Aku tak pernah mencoba sengaja untuk mengingat nya. Akan tetapi, Sang Pemilik Langit, seperti mengujiku. "Seberapa setianya aku pada pria korea itu?" Kata-kata itu seakan datang ketika aku selesai berdoa pada-Nya.

Aku mencoba untuk jatuh cinta pada pria indonesia yang memiliki agama dan culture yang sama dengan ku. Aku meminta pada Tuhanku, untuk dapat membuatku jatuh cinta pada pria tersebut. Hmm rasa tertarik itu ada, aku menyukai pria itu. Aku tak pernah berkomunikasi dengan Pria itu, aku hanya meminta Tuhan, untuk di pertemukan dalam mimpi karena aku merindukannya. Akan tetapi, aku sadar. Tuhan seperti baik kepadaku. Baik? Aku tak mengerti jelas.

Pria Indonesia itu, mungkin memang memiliki nilai plus dalam culture dan agama. Wajahnya pun, tak kalah dengan orang korea lainnya. Bersih, putih, tanpa kumis, dan tanpa kerutan, walaupun usianya sudah 22 atau 23tahun. Akan tetapi... Hati ini, Tuhan seperti tidak membiarkan hatiku memiliki ikatan dengan hatinya. Selain sifat kami yang berbeda, banyak sekali cik-cok yang terjadi antara kita. Aku tak ingin muluk-muluk mendapatkan hatinya.

"Sakinah, Mawaddah, Warahma. Sakinah itu dari wajah nya, Mawaddah dari kepribadiannya, sedangkan Warahma itu dari agamanya" ya begitulah kata salah seorang teman ku di Pakistan sana. Beliau adalah salah satu narasumber di radio pada saat radio sedang gencar-gencar nya mengadakan event ramadhan akhir-akhir ini.

Sehingga, dari perkataannya. Aku mengambil sebuah kesimpulan, jika seseorang dapat mencintaimu karena Tuhan, seseorang itu bisa membuatmu menjadi pribadi yang baik, yang berada di dalam Jalan Tuhan. Begitupun sebaliknya.

Aku menginginkan sebuah pernikahan seperti Fatima Azzahra, anak Rasulullah yang tidak pernah di madu oleh suaminya Saydina Ali. Ataupun Khadijah yang sangat dicintai oleh Baginda Rasul. Hmm pemikiran tentang pernikahan memang terlalu jauh jika aku yang memikirkannya. Akan tetapi, bukankah jika kita menikah harus di dasari dengan cinta?

Mencintai seseorang dengan kecintaannya pada Tuhan memang baik, karena dengan dirinya mencintai Tuhannya, Dia akan bisa mencintai dirimu, sesuai dengan perintah Tuhannya. Dia juga akan menjadikanmu Ratu Sejagad di setiap hembusan nafasnya.

Jin Beom-ah...

Aku tau, kau mengetahui 'cerita' tentang agamaku yang memperbolehkan pernikahan lebih dari sekali. Tapi aku mohon, jadikan aku satu-satunya princess dan queen di hatimu. Jadilah seseorang yang dapat mengingatku terus menerus. Aku tak menuntutmu untuk mempelajari agamaku secara lebih, tapiiii ijinkanlah hatimu, kembali ke rumah nya. Sebagaimana hatiku, yang selalu dapat mengingatmu, dan selalu membawa nama mu dalam ucapan dan pengharapan. Aku tak menuntutmu untuk menikahi ku, karena aku tau, usia kita bukanlah usia untuk melangsungkan pernikahan, dan juga aku tahu, kau takkan siap jika aku memintamu untuk menikahi ku. Tapi tolong sadarlah, tolong menolehlah kebelakang. Ada aku yang selalu menunggu mu.

Baik-baiklah kau saat menjalankan kegiatan kenegaraanmu. Jikalau kau sedang lelah, ingatlah diriku. Ternyata, aku benar-benar tak mampu untuk melepasmu. Aku mencintaimu...

Jin Beom-ah...

Bolehkah aku yang menjadi penulis tentang kisah kita?. Aku akan sabar menunggumu, lagi dan lagi...

Jin Beom-ah...

Bisakah kau luangkan waktumu untuk sedikit mengenal tentang Tuhan ku? Aku tak berniat ingin kau merubah kepercayaanmu. Akan tetapi, jika kau sedikit mengenal tentang Tuhanku, aku rasa itu bukanlah masalah bagi keluarga ku untuk dapat menerima mu.

Jin Beom-ah...

dengan berat hati, aku tak sanggup memberitahumu. Aku akan meninggalkan Negaramu, aku tak memiliki urusan lagi dengan negara mu ini, kecuali kau akan menjemputku kembali, dalam ikatan yang suci, yang sah dalam negara, ataupun Agamaku.

Jin Beom-ah...

Aku tak berani berharap kau bisa menjemputku sebagai wanita seumur hidupmu, hanya berharap tentang kebaikanmu, jaga kesehatanmu, dan jangan lupa untuk selalu berhati-hati di setiap waktu. Tolong ingatlah selalu, Bahwa aku mencintai mu...

From A Girl Who Wait You in The House with Pure Love.
- 아유 -

Comments

Popular posts from this blog

Visit Find Kapoor Store in Seoul

Go To Art Box at Myeongdong, Seoul, South Korea

Visit SMTOWN COEX ARTIUM