YOU (A Person Who Back in My Deeply Heart)

Malam itu, beberapa hari setelah aku memberikan surat dan coklat di hari terakhir pertemuan kita itu, hidupku seperti tak karuan. Aku selalu berfikir maju-mundur untuk memulai percakapan denganmu kembali.

"haruskah aku menghapus mu? atau terus menunggumu?" itulah kata-kata yang selalu muncul di benakku setiap saat.

Hingga suatu saat, aku mencoba memberanikan diriku untuk bersapa denganmu lewat applikasi pesan singkat yang sangat populer di Korea.

to: Park Jin Beom
안녕 진범... (hi, jin beom...)

Aku memberanikan diri, karena desakan dari para sahabat dan teman-temanku yang sangat penasaran dengan jawaban atas surat yang sempat aku kirim waktu lalu.

Aku menunggu, dan terus menunggu pesan balasan darinya, sambil bermain dan mencoba untuk melupakan sosok nya, dari hati dan pikiranku. Hingga suatu saat, ketika aku mengecek kolom pesanku kepadanya, angka 1 di samping pesanku itu telah hilang. Dan tak lama, pesan baru muncul di kolom tersebut.

from: Park Jin Beom
안녕 아유... (Hi Ayu...)

from: Park Jin Beom
잘 지내찌??? (Baik-baik aja kan?)

Kata-katanya seperti sedang mencoba menghidupkan kondisi canggung antara kami setelah surat tersebut Ia terima.

to: Park Jin Beom
군대 언제 가니? (kapan mau pergi army?)

from: Park Jin Beom
8월 정도 가기로 했거든?! (sekitar bulan agustus)

dan beberapa saat setelah beberapa pesan saling terkirim, Jin Beom bertanya sesuatu, dia seakan sedang mengingatkanku akan surat yang sempat aku kirimkan itu.

from: Park Jin Beom
Ayu-ya, apakah kau dapat menungguku? selama kau menungguku, bisakah kau sedikit lebih kurus dari saat ini? (kurang lebih isi pesannya seperti itu)

Ketika dia mengirimkan pesan seperti itu, aku merasa pintuku untuk mendapatkan hatinya terbuka lebar. Akupun merasa, aku memiliki kesempatan untuk mengembalikannya di tempatnya semula. Dia yang tadinya tak tau akan ku taruh dimana, akhirnya dapat kembali kedalam hatiku yang terdalam.

Suatu saat, dia mengirimkan sebuah pesan kepadaku. Pesan tersebut mampu membuat kepompong di perutku berubah menjadi kupu-kupu, yang kemudian berterbangan di perutku.

from: Park Jin Beom
Ayu, ayo kita bertemu!!!

Kalimat itu benar-benar mampu membuat hatiku berbunga-bunga.

to: Park Jin Beom
Baiklah, jika ada waktu, aku akan menemuimu :)

Begitulah aku membalas pesannya.

Ketika pesan itu mendarat di ponselku, Aku sedang berada di pusat grosir yang berada di Korea bersama ibuku. Ibu ku yang senang mendengarkan berita baik itu, segera membelikanku perlengkapan wanita, seperti tas baru, bandana lucu, dan jam tangan. Semua yang di beli, memiliki warna senada dengan dress yang akan aku gunakan ketika berkencan dengannya nanti.

(sangat cantik, kan?)

Ya, barang cantik itu sangat selaras dengan dress yang akan aku gunakan nanti, bersama Park Jin Beom di White Day nanti, tanggal 14 Maret 2016.

Di lain pembicaraan kita, dia mengirim sebuah pesan singkat yang membuat ku benar-benar terbang tinggi. Aku seperti takkan mampu jika harus membuangnya dalam ingatan.

from: Park Jin Beom
Ayu, kamu harus cepat lancar berbahasa korea ya...

from: Park Jin Beom
Aku punya banyak cerita yang ingin kubagikan denganmu....

from: Park Jin Beom
Semangat!!!

ya, kata-katanya benar-benar menyemangatiku untuk terus dan terus belajar bahasa dan adat kebiasaan Korea. Imey, Semangat belajarnya!!! aku akan lebih semangat demi mengejar impianku, dan mengejarmu, yang kembali kedalam hatiku yang terdalam.

Terimakasih atas semangat nya!!! ♥

Comments

  1. wahh kata-katanya menyentuh banget, apa cowok korea memang romantis-romantis ya.. hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Visit Find Kapoor Store in Seoul

Go To Art Box at Myeongdong, Seoul, South Korea

Visit SMTOWN COEX ARTIUM