First Sight at the First Love

Kebayang ga sih, gimana rasanya jatuh cinta pertama kali pas liat dia untuk pertama kalinya?

Dia yang tiba-tiba bikin kamu dag-dig-dug seeer gitu, karena dia sesuai sama tipe kesukaan kamu. hahaha

Simak aja deh perjalanan panjang ceritanya.......

***

Aku berjalan menuju kamar kost-an ku di tengah-tengah udara dingin yang menusuk ini, sambil sedari tadi menggerutu, karena ketua mahasiswa jurusan periode 37 (jamanku) memakiku lewat telpon, 'aku kok bisa hampir dua tahun naksir sama orang kaya gitu' gerutuku sedari tadi.

- flashback -

26 February 2014

Aku duduk sendiri di sebuah bangku paling belakang, diantara 32 siswa dari jurusan design visual advertising ini, sambil mendengarkan ketua professor jurusanku yang sedang berceramah di depan. Aku tak tau pasti apa yang sedang beliau bicarakan, sebuah perkenalan materi kah? atau perkenalan yang lain? Ya, saat itu aku hanya dapat berfikir, 'apakah aku sedang bermimpi? siapakah yang membawaku sampai di negeri ini? aku tak mengerti beliau berbicara apa! ini bahasa dari planet mana?' seperti itulah.

Beberapa saat setelah professor Lee Hye Joo kular dari kelas, seseorang dari belakang memanggil namaku untuk pertama kalinya. 'aku akhirnya memiliki teman' pikirku.

"아이유?" (aiyu) panggilnya dari belakangku dengan suara khas nya yang masih terngiang di kepalaku sampai saat ini. Sebelum sempat aku menoleh kepadanya, dia menghampiriku.

Ketika dia menghampiriku, dalam hitungan berapa koma berapa detik jantungku mulai berdebar, sampai-sampai perasaan takut suara detak jantung ini terdengar olehnya-pun ada di dalam kepalaku.

"Me...." katanya terputus, kemudian dia mengambil notebooknya yang tak jauh dari kami letaknya, menuliskan sesuatu.
"Me..." putusnya lagi, menunjukkan padaku apa yang ditulisnya tadi.
"이름은 박진범" (namaku Park Jin Beom) katanya menggunakan bahasa korea dengan nada yang nyaman karena dia tidak dapat berbicara bahasa inggris.

'ganteng, lucu' batinku saat melihat tingkah lucunya.

"me..." katanya lagi, "스무살" (twenty years old) masih menunjukkan buku dan tulisan 20y.o yang dia tulis padaku.

kala itu, aku tak tahu antara ingin tertawa karena dia lucu, atau ingin menikmati ciptaan tuhan, karena  i think, i fall in love to him.

Setelah tingkah lucu itu, Jin Beom meminta nomer telponku, akan tetapi aku yang saat itu belum memiliki nomer telpon korea yang dapat dihubungi, aku hanya memberikan id kakaotalk.

Park Jin Beom, wajahnya yang flowerboy dengan kulit putih susu yang mulus, tinggi (aslinya sih ga tinggi, karena aku pendek jadi terlihat tinggi), memiliki lesung pipi dan perawakan yang kurus seperti tiang bendera, berhasil membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya, pada pandangan yang pertama.

- flashback _ end -

Walaupun aku jarang sekali berkomunikasi dengannya saat ini, dan setiap mencoba menghubunginya, di akhir kata selalu mendapat makian darinya, aku masih dapat mengingat jelas suara nya saat itu. saat memanggil namaku untuk pertama kalinya, saat membuatku jatuh cinta padanya. Dan walaupun aku dan dirinya tak lagi bersama, terimakasih telah memperkenalkanku pada cinta. Terimakasih telah membuatku memiliki banyak sekali perubahan dalam hidup, terimakasih pelajaran bahasa koreanya, terimakasih...

***

Kira-kira, aku dan Jin Beom itu sempat menjadi sepasang kekasih ga? hahaha coba deh jawaban perkiraannya di tulis di kolom komen bawah XD

Comments

  1. entahlah, apakah baru dekat aja atau memang sudah pernah jadian..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha kalau emang jadian, mungkin sudah sujud syukur kali ya :" wkwkwk

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Visit Find Kapoor Store in Seoul

Go To Art Box at Myeongdong, Seoul, South Korea

Visit SMTOWN COEX ARTIUM